Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number
|
||||||||||||||||||||
|
~ Detail Berita ~ Tiga Pemain Dijajaki Berita dikirimkan oleh admin pada tanggal 2008-12-01 07:07:10 JEPARA - Tiga pemain yang memperkuat Persijap musim 2007, yaitu Phaitoon Thiabma, Ahmad Mahrus ’’Beong’’ Bahtiar, serta Kasiyadi dipertimbangkan oleh manajemen untuk direkrut, menyusul bergulirnya wacana menambah personel saat jeda kompetisi musim ini. Tiga nama itu dibahas dalam rapat evaluasi yang melibatkan banyak pihak di ruang rapat I Setda Jepara, semalam. Rapat itu membahas kemungkinan penambahan maupun pengurangan pemain, juga kemampuan finansial dan pembentukan PT Laskar Kalinyamat. Hadir antara lain Ketua Umum Ahmad Marzuki, Ketua Harian HM Effendi, Manajer Edy Sujatmiko, perwakilan suporter, panpel dan pihak-pihak yang selama ini memberikan saran dan kritik kepada Persijap. Edy menyatakan, terkait tim ada tiga alternatif yang mungkin ditempuh. ’’Pertama, tidak menambah maupun mengurangi pemain,’’ katanya. Kemungkinan kedua, menambah pemain seperti Phaitoon, Beong dan Kasiyadi. Terakhir, melakukan rasionalisasi nilai kontrak dan gaji. Phaitoon, lanjutnya, bergaji Rp 25 juta/bulan. Itu belum urusan kartu izin tinggal sementara yang pengurusannya sampai Rp 30 juta, biaya tes kesehatan dan sertifikat transfer internasional (ITC). Pemain Thailand itu menyatakan berminat kembali ke Jepara. Dia mengaku sudah dalam kondisi prima dan kini berlatih bersama Osotspa M-150, salah satu klub papan atas di negaranya. Kasiyadi kini masih berstatus sebagai pemain Persisam Samarinda. Nilai kontraknya dua kali lipat dibanding di Persijap. Namun, ’’Laskar Kalinyamat’’ lebih memiliki pamor karena levelnya yang lebih tinggi, hingga tetap memberikan peluang bagi pemain itu kembali. Pertimbangan Sedangkan Beong kini meperkuat Persija Jakarta Pusat dan belum pernah ditampilkan di pertandingan resmi liga maupun copa. ’’Proses tranfer jelas membutuhkan waktu dan uang lebih. Ini yang menjadi pertimbangan kami karena kondisi keuangan klub pas-pasan,’’ katanya. Edy mengungkap beberapa beban biaya di putaran kedua yang kini sudah disiapkan, yakni masih harus membayar gaji tujuh bulan kepada semua pemain dengan total dana Rp 2,45 miliar. Selain itu, biaya makan Rp 350 juta, trasportasi Rp 900 juta, kesehatan dan asupan gizi sekitar Rp 350 juta, bonus Rp 400 juta, serta perlengkapan Rp 110 juta. Total kebutuhan pada paro kedua masih lebih dari Rp 4,5 miliar. Terkait pembentukan PT Laskar Kalinyamat dia menegaskan itu menjadi kebutuhan klub untuk menghindari sanksi. Sebab batas waktu PT harus final sebelum 25 Desember. ’’Soal kontroversi personel yang duduk sebagai jajaran direksi dan komisaris bisa dibahas dalam rapat pemegang saham, dan sewaktu-waktu bisa diganti. Langkah membentuk PT secara cepat ini semata-mata untuk mengejar batas waktu dari BLI,’’ tandasnya. (H15,kar-22) (sumber:persijap.org) *-end-* [ Arsip Berita ]
|
|||||||||||||||||||
copyright © kharismansyah 2008 email : riris_kyani@yahoo.co.id phone : +62813 2858 4080 |
||||||||||||||||||||